Sunday, November 28, 2010

Thanksgiving Day


Perayaan Thanksgiving merupakan hal yang baru bagiku. Tanggal 25 November kemarin merupakan kali pertamaku ikut dalam perayaan Thanksgiving tersebut. Ini bukan berarti Thanksgiving dirayakan setiap tanggal 25 November, tapi Thanksgiving dirayakan setiap Kamis keempat di bulan November, dan kebetulan tahun ini Thanksgiving Day jatuh tepat tanggal 25 November 2010. Aku tidak akan menceritakan panjang lebar tentang sejarah mengapa orang-orang Amerika merayakan Thanksgiving karena hal itu bisa dengan mudah di dapatkan di beberapa website Ensiklopedia seperti Wikipedia. Yang ingin kuceritakan lebih kepada perayaan Thanksgiving yang aku ikuti disini, di Bellingham.

Hari itu, aku, Arif, Amira dan Michael, sama-sama mendapatkan undangan untuk merayakan Thanksgiving di rumah seorang wanita yahudi asal Israel. Namanya Galit. Ia merupakan teman dari Friendship Family-ku, dan baru saja pindah ke Bellingham. Sebelumnya kami sempat bertemu 1 kali di sebuah acara makan malam. Seperti yang kita tahu, Thanksgiving Day sangat identik dengan ayam "Kalkun" atau disini biasa disebut "Turkey". Setiap orang akan menyediakan Turkey sebagai makanan khas di hari Thanksgiving. 

Ada hal unik yang terjadi di malam itu ketika kami telah dipersilahkan untuk makan. Meja makan itu penuh dengan makanan yang sangat asing bagiku dan Arif. Dan karena ingin mencoba semuanya, kami pun mengambil sedikit bagian dari tiap-tiap makanan itu dan menaruhnya di atas piring. Tak ketinggalan beberapa potong daging ayam kalkun. Kami pun mulai mencoba rasa dari setiap makanan itu, and you know what? aku hampir tak bisa menggambarkan betapa anehnya rasa dari makanan-makanan itu. Yang terasa enak hanyalah potongan daging Turkey itu. Aku sempat berpikir untuk tak memakannya lagi, karena rasa makanan itu pun mulai membuatku mual.  Tapi kuputuskan untuk tetap memakannya sedikit demi sedikit hanya untuk menjaga perasaan yang empunya rumah. Sementara Arif, dengan wajah yang aneh, Ia sepertinya hampir memuntahkan makanan itu dari mulutnya. Ingin tertawa rasanya saat itu, karena dari sekian banyak makanan yang tersedia di sana, hanya ada 1 makanan sj yang cocok untuk kami. 

Seperti kata pepatah "Habis gelap terbitlah terang" (hehehe...lebai), setelah menderita dengan rasa makanan yang aneh itu, seusai acara Thanksgiving itu kami mendapat traktiran gratis untuk menonton Harry Potter di sebuah bioskop di Bellingham. Karena filmnya di mulai jam 10 malam, kami akhirnya sampai di rumah sekitar jam 1 malam. 

Saturday, November 27, 2010

My First Snow in US


Mungkin bagi orang seperti aku yang berasal dari daerah tropis, salju merupakan hal yang luar biasa. Jujur, sejak pertama tiba di US, salah satu hal yang paling ingin kulihat adalah "salju". Walaupun aku tahu salju itu hanya gumpalan bubuk-bubuk es yang turun dari langit, tapi melihat dan memegangnya merupakan salah satu pengalaman yang paling kunantikan, hehehe (Katro mode on).

Dan akhirnya, harapan itu terkabul...
Tepat di hari Thanksgiving, salju turun dengan derasnya. Aku dan Arif tak menyianyiakan kesempatan untuk menikmati salju itu. Kami berjalan keluar apartment sambil memandang takjub melihat segalanya menjadi serba putih di luar sana karena tertutupi salju. Kulangkahkan kakiku di atas salju itu, rasanya seperti menginjak gumpalan es serut yang biasa dijual oleh tukang es campur di Makassar (hehehe...). Aku mengambil segenggam salju dengan tanganku "Wah, ini salju pertamaku! Alhamdulillah akhirnya aku bisa merasakan dan memegangnya langsung". Hampir 2 jam kami menghabiskan waktu di luar hanya untuk menikmati salju itu, berjalan di atas salju dan bermain snowballing :)



Friday, November 19, 2010

Idul Adha in Bellingham


Idul Adha 1431 H adalah Idul Adha pertamaku yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Di sini, di Bellingham, sebuah kota di US dengan jumlah komunitas muslim yang sangat sedikit, aku di beri kesempatan merasakan Idul Adha dengan suasana yang sangat berbeda. Pertama, karena aku tidak merayakannya bersama keluarga besarku (Aku menangis saat itu). Kedua, karena suasana lebaranpun terasa tak semeriah di Indonesia. Tak ada sedikitpun suara takbir terdengar di sini, tak ada makanan-makanan khas lebaran, tak ada acara kurban. Semua terasa sangat berbeda. Walaupun begitu, aku tetap merasa senang karena bisa merayakannya bersama komunitas muslim yang ada di Bellingham. 

Hari itu, aku memutuskan untuk tidak masuk kuliah. Kupikir-pikir gak apalah, sekali doang, apalagi ini bukan perayaan biasa, ini Idul Adha, salah satu hari besar bagi kami umat Islam. Dan kebetulan saat itu, aku juga mendapat undangan untuk merayakan Idul Adha bersama komunitas muslim disini di Bellingham.

Tepat jam 8.30 aku dan beberapa teman muslim lainnya berkumpul di flag pole depan apartment. Saat itu, ada 2 mobil yang mengantarkan kami ke tempat shalat Id. Awalnya kupikir kami akan shalat di sebuah gedung yang mereka sebut sebagai "Masjid", tapi ternyata kami melaksanakan shalat Id di sebuah bangunan kecil dari kayu yang terletak di tengah taman yang luas. Ketika kami datang, di sana telah banyak orang yang duduk sambil melafazkan zikir. Aku terdiam saat itu sambil berucap dalam hati "Ya Allah terima kasih karena di hari ini Kau memberiku kesempatan merayakan Idul Adha bersama mereka saudara2 sesama muslim dari belahan dunia yang lain". 

Seusai shalat Id, kami duduk dan bersilaturrahmi satu sama lain. Banyak dari mereka yang belum pernah aku temui sebelumnya. Kebanyakan dari mereka berasal dari Pakistan, Mesir dan Arab Saudi. Senang rasanya bisa berkenalan dan ngobrol dengan mereka.

Tak sampai disitu saja. Tepat jam 2 siang, aku dan beberapa teman lainnya kembali mendapat undangan "Potluck" di rumah sebuah keluarga asal Pakistan. Rumahnya terletak di Blaine, kota yang berbatasan langsung dengan Kanada. Tak bisa kulukiskan bagaimana perasaanku berada di tengah-tengah mereka dan merayakan Idul Adha bersama mereka. Setidaknya ada tempat untuk berbagi kebahagiaan di hari itu, walaupun aku tetap merasa tak lengkap tanpa keluargaku.

Happy Ied Al-Adha...:)