Sunday, December 12, 2010

White Elephant Gift Exchange

 
Hari itu tanggal 9 Desember 2010, tepat setelah perkuliahan untuk Fall Quarter selesai, aku mendapatkan sebuah undangan party dari Catalina yang judulnya "Invitation for Holiday Potluck and White Elephant". Pertamakali mendengar kata "White Elephant" aku sempat bingung memahaminya. Yang aku tahu kata "White" itu artinya "Putih", dan "Elephant" artinya "Gajah" = Gajah Putih. Kupukir-pikir mungkin mereka mengundangku untuk menonton sirkus yang didalamnya ada gajah berwarna putih. Tapi ternyata aku salah besar, malah sama sekali tak ada hubungannya...hahaha :D

Setelah kutelusuri lebih jauh, ternyata "White Elephant" ini adalah nama dari sebuah game yang biasa dilakukan di Amerika, terutama ketika libur akan datang. Mereka menyebutnya "Holiday party game". Dalam permainan ini, setiap orang harus membawa sebuah kado yang isinya tidak harus mahal dan besar, karena memang tujuan dari permainan ini hanyalah untuk "having fun". Peraturan dari permainan ini simple saja. Setiap orang akan mendapatkan nomor masing-masing sesuai dengan hasil lot (seperti arisan). kemudian berdasarkan gilirannya, setiap orang diminta untuk memilih: akan mengambil kado yang ada atau mencuri kado dari teman yang telah di buka sebelumnya. Misalnya gini nih...orang pertama mengambil sebuah kado dari kumpulan kado-kado yang ada, kemudian membukanya di hadapan semuanya. Orang kedua bisa memilih, jika ia menyukai kado yang di dapatkan oleh orang pertama, orang kedua dapat mencuri kado itu dari orang pertama dan membiarkan orang pertama membuka kado yang lain. Jika tidak, orang kedua berhak mengambil satu kado lain yang masih terbungkus dan juga membukanya di depan semuanya. Begitulah seterusnya. Akan tetapi ada batasan terhadap hadiah yang ingin dicuri. Satu hadiah hanya bisa dicuri sebanyak 3 kali. Jadi yang berhak memiliki hadiah itu hanya orang ketiga yang berhasil mencurinya.

Saat itu, kami yang diundang berjumlah sekitar 16 orang. Masing-masing orang membawa kado ditangannya. Aku datang membawa kado kecil yang isinya sebuah mangkuk sup kecil lengkap dengan sendoknya (gak modal banget...hehehe). kuletakkan kadoku diantara tumpukan kado yang telah ada. Aku berharap mendapatkan kado yang bagus malam itu. Dan alhasil Alhamdulillah aku mendapatkan sebuah boneka anjing yang lucu...hehehe. Tidak penting hadiah yang didapatkan seperti apa, yang penting kebersamaan dan kegembiraan yang timbul dari permainan ini. Malam itu kami lewati dengan penuh canda dan tawa.

P.S.: Thanks to Catalina for teaching me this game :)

Sunday, November 28, 2010

Thanksgiving Day


Perayaan Thanksgiving merupakan hal yang baru bagiku. Tanggal 25 November kemarin merupakan kali pertamaku ikut dalam perayaan Thanksgiving tersebut. Ini bukan berarti Thanksgiving dirayakan setiap tanggal 25 November, tapi Thanksgiving dirayakan setiap Kamis keempat di bulan November, dan kebetulan tahun ini Thanksgiving Day jatuh tepat tanggal 25 November 2010. Aku tidak akan menceritakan panjang lebar tentang sejarah mengapa orang-orang Amerika merayakan Thanksgiving karena hal itu bisa dengan mudah di dapatkan di beberapa website Ensiklopedia seperti Wikipedia. Yang ingin kuceritakan lebih kepada perayaan Thanksgiving yang aku ikuti disini, di Bellingham.

Hari itu, aku, Arif, Amira dan Michael, sama-sama mendapatkan undangan untuk merayakan Thanksgiving di rumah seorang wanita yahudi asal Israel. Namanya Galit. Ia merupakan teman dari Friendship Family-ku, dan baru saja pindah ke Bellingham. Sebelumnya kami sempat bertemu 1 kali di sebuah acara makan malam. Seperti yang kita tahu, Thanksgiving Day sangat identik dengan ayam "Kalkun" atau disini biasa disebut "Turkey". Setiap orang akan menyediakan Turkey sebagai makanan khas di hari Thanksgiving. 

Ada hal unik yang terjadi di malam itu ketika kami telah dipersilahkan untuk makan. Meja makan itu penuh dengan makanan yang sangat asing bagiku dan Arif. Dan karena ingin mencoba semuanya, kami pun mengambil sedikit bagian dari tiap-tiap makanan itu dan menaruhnya di atas piring. Tak ketinggalan beberapa potong daging ayam kalkun. Kami pun mulai mencoba rasa dari setiap makanan itu, and you know what? aku hampir tak bisa menggambarkan betapa anehnya rasa dari makanan-makanan itu. Yang terasa enak hanyalah potongan daging Turkey itu. Aku sempat berpikir untuk tak memakannya lagi, karena rasa makanan itu pun mulai membuatku mual.  Tapi kuputuskan untuk tetap memakannya sedikit demi sedikit hanya untuk menjaga perasaan yang empunya rumah. Sementara Arif, dengan wajah yang aneh, Ia sepertinya hampir memuntahkan makanan itu dari mulutnya. Ingin tertawa rasanya saat itu, karena dari sekian banyak makanan yang tersedia di sana, hanya ada 1 makanan sj yang cocok untuk kami. 

Seperti kata pepatah "Habis gelap terbitlah terang" (hehehe...lebai), setelah menderita dengan rasa makanan yang aneh itu, seusai acara Thanksgiving itu kami mendapat traktiran gratis untuk menonton Harry Potter di sebuah bioskop di Bellingham. Karena filmnya di mulai jam 10 malam, kami akhirnya sampai di rumah sekitar jam 1 malam. 

Saturday, November 27, 2010

My First Snow in US


Mungkin bagi orang seperti aku yang berasal dari daerah tropis, salju merupakan hal yang luar biasa. Jujur, sejak pertama tiba di US, salah satu hal yang paling ingin kulihat adalah "salju". Walaupun aku tahu salju itu hanya gumpalan bubuk-bubuk es yang turun dari langit, tapi melihat dan memegangnya merupakan salah satu pengalaman yang paling kunantikan, hehehe (Katro mode on).

Dan akhirnya, harapan itu terkabul...
Tepat di hari Thanksgiving, salju turun dengan derasnya. Aku dan Arif tak menyianyiakan kesempatan untuk menikmati salju itu. Kami berjalan keluar apartment sambil memandang takjub melihat segalanya menjadi serba putih di luar sana karena tertutupi salju. Kulangkahkan kakiku di atas salju itu, rasanya seperti menginjak gumpalan es serut yang biasa dijual oleh tukang es campur di Makassar (hehehe...). Aku mengambil segenggam salju dengan tanganku "Wah, ini salju pertamaku! Alhamdulillah akhirnya aku bisa merasakan dan memegangnya langsung". Hampir 2 jam kami menghabiskan waktu di luar hanya untuk menikmati salju itu, berjalan di atas salju dan bermain snowballing :)



Friday, November 19, 2010

Idul Adha in Bellingham


Idul Adha 1431 H adalah Idul Adha pertamaku yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Di sini, di Bellingham, sebuah kota di US dengan jumlah komunitas muslim yang sangat sedikit, aku di beri kesempatan merasakan Idul Adha dengan suasana yang sangat berbeda. Pertama, karena aku tidak merayakannya bersama keluarga besarku (Aku menangis saat itu). Kedua, karena suasana lebaranpun terasa tak semeriah di Indonesia. Tak ada sedikitpun suara takbir terdengar di sini, tak ada makanan-makanan khas lebaran, tak ada acara kurban. Semua terasa sangat berbeda. Walaupun begitu, aku tetap merasa senang karena bisa merayakannya bersama komunitas muslim yang ada di Bellingham. 

Hari itu, aku memutuskan untuk tidak masuk kuliah. Kupikir-pikir gak apalah, sekali doang, apalagi ini bukan perayaan biasa, ini Idul Adha, salah satu hari besar bagi kami umat Islam. Dan kebetulan saat itu, aku juga mendapat undangan untuk merayakan Idul Adha bersama komunitas muslim disini di Bellingham.

Tepat jam 8.30 aku dan beberapa teman muslim lainnya berkumpul di flag pole depan apartment. Saat itu, ada 2 mobil yang mengantarkan kami ke tempat shalat Id. Awalnya kupikir kami akan shalat di sebuah gedung yang mereka sebut sebagai "Masjid", tapi ternyata kami melaksanakan shalat Id di sebuah bangunan kecil dari kayu yang terletak di tengah taman yang luas. Ketika kami datang, di sana telah banyak orang yang duduk sambil melafazkan zikir. Aku terdiam saat itu sambil berucap dalam hati "Ya Allah terima kasih karena di hari ini Kau memberiku kesempatan merayakan Idul Adha bersama mereka saudara2 sesama muslim dari belahan dunia yang lain". 

Seusai shalat Id, kami duduk dan bersilaturrahmi satu sama lain. Banyak dari mereka yang belum pernah aku temui sebelumnya. Kebanyakan dari mereka berasal dari Pakistan, Mesir dan Arab Saudi. Senang rasanya bisa berkenalan dan ngobrol dengan mereka.

Tak sampai disitu saja. Tepat jam 2 siang, aku dan beberapa teman lainnya kembali mendapat undangan "Potluck" di rumah sebuah keluarga asal Pakistan. Rumahnya terletak di Blaine, kota yang berbatasan langsung dengan Kanada. Tak bisa kulukiskan bagaimana perasaanku berada di tengah-tengah mereka dan merayakan Idul Adha bersama mereka. Setidaknya ada tempat untuk berbagi kebahagiaan di hari itu, walaupun aku tetap merasa tak lengkap tanpa keluargaku.

Happy Ied Al-Adha...:)

Saturday, October 30, 2010

Halloween Party at WCC


31 Oktober adalah hari dimana orang-orang Amerika merayakan Halloween. Bingung juga sih sebenarnya maksud dari Halloween tuh apa. Tapi yang jelas pada hari itu mereka akan mengenakan kostum-kostum aneh, mulai dari kostum horor yang cukup menakutkan, sampai kostum yang lucu2 seperti kostum binatang, peri, suster, superman dll. Selain itu, pada saat Halloween night, anak-anak akan keluar dari rumah sambil membawa keranjangnya masing-masing, mengetuk pintu rumah satu demi satu berharap mendapatkan permen dari yang empunya rumah.

Sekian penjelasan umum soal Halloween :) sekarang saatnya saya menceritakan tentang Halloween party yang saya ikuti di kampus...hehehe

Walaupun sebenarnya Halloween dirayakan tanggal 31 Oktober, Halloween party di kampus justru dirayakan 2 hari sebelumnya yaitu tanggal 29 Oktober 2010. Mungkin karena menimbang tanggal 31 Oktober itu adalah hari Minggu, which means that the college is closed at that day. Jadinya hari Jumat malam dipilih sebagai waktu yang tepat buat ngerayain Halloween di kampus.

Jam 7 tepat, Saya, Arif, Tyena dan beberapa teman lainnya berangkat menuju ke Syre Building WCC dimana Halloween party dilaksanakan. Saya dan Tyena hanya mengenakan sebuah kacamata aneh dilengkapi dengan hidung palsu yang besar dan alis diatasnya. Saya tak punya kostum yang bagus saat itu...mikir-mikir buat apa beli kostum yang mahal dan hanya dipake sekali...hehehe (Irit mode on). And....masih dengan jilbab yang selalu saya kenakan (dimanapun itu saya selalu bangga mengenakan jilbab). Mungkin bagi beberapa orang kelihatan aneh...tapi cuek aja...selama gak merusak acara hahaha.... :) selain itu juga bisa nambah pengalaman soal kehidupan orang-orang di Amerika dan cara mereka merayakan Halloween.

Setibanya di Syre Building, saya cukup kaget melihat orang-orang mengenakan kostum-kostum aneh dan beragam saat itu. Ada yang mengenakan baju Avatar, Power Rangers, Sailor, Vampire, dan banyak lagi. Dan karena kostum mereka itu, mereka jadi sulit untuk dikenali. Saya langsung beranjak ke tempat duduk sambil memandang ke sekelilingku. Saat itu tak ada lampu yang dinyalakan, yang ada hanya cahaya dari layar yang terhubung dengan komputer yang mereka gunakan untuk mengatur lagu. 

Awalnya kupikir ada kegiatan lain yang dilakukan disana, ternyata sepanjang malam yang dilakukan hanya dance....dance...and dance. Cape deh...
Mungkin begitulah cara mereka merayakan sesuatu selalu dengan DANCE. Tapi setidaknya malam itu saya dapat satu pengalaman lagi tentang Halloween Party :)