Saturday, August 21, 2010

Lynden Fair


Hari ini, kami diajak oleh Mary untuk jalan2 mengunjungi Northwest Washington Fair. Kalo di Indonesia mungkin sejenis pameran dan perlombaan-perlombaan. Di sana kami bisa melihat banyak hal mengenai Amerika, khusus Washington State. Karena pameran ini hanya diadakan sekali dalam setahun, makanya warganya juga banyak yang berdatangan dan menikmati acara-acara yang disajikan. Yup...inilah Amerika. Mulai dari makanan, pakaian, tanaman, bahkan binatang-binatang yang sebenarnya gak banget (seperti ular) juga ikut dipamerkan. Gak hanya dipamerin, ternyata binatang-binatang itu juga ikut kontes kecantikan (hehehhe...atau apalah namanya). Kontes itu untuk melihat binatanga milik siapa yang paling cantik, sehat dan berkharisma. Ckckckckck...aneh!


Gak cuman itu saja. Disana juga banyak permainan seperti yang biasa kita temukan di Indonesia: Roller Coater, Ice Storm, dll. Tapi aku sama sekali gak tertarik untuk menaiki satupun dari permainan itu. Baru diliatin aja sudah bikin perutku mual. Bener-bener ekstrim. Tiketnya pun mahal. Jadi mending ngeliatin aja deh...hehehehe (kasian amat yak).

Yang paling buat aku tertarik adalah saat menyaksikan "Horse Competition". Disini nih kuda-kuda yang besar dan sehat ditampilkan, dan mereka bukannya "Race", tapi malah disuruh atraksi. Lucu dan sangat menarik.


Selain jalan-jalan, aku juga banyak memperhatikan kebiasaan orang-orang Amerika disini. Ada yang duduk-duduk sambil menikmati kopi, ada nenek-nenek yang jalan sendirian gak tau arah, ada anak-anak yang sibuk aja main sendiri, dan yang pasti sejoli yang sedang jalan berduaan... (^_^). Beginilah cara orang-orang disini menikmati hidupnya. Orang-orang sibuk dengan dirinya sendiri, melakukan segalanya secara individual. Mereka sangat suka kompetisi, dan yah segala yang ada di pameran itu berbau kompetisi. Gak peduli berapa banyak uang yang dihabiskan untuk hal-hal yang menurutku gak berguna. Tapi yah...begitulah mereka. Dan sekarang saya hidup diantara mereka.

Wednesday, August 11, 2010

Whatcom Community College




Whatcom Community College, di sinilah tempatku menimba ilmu selama 1 tahun ke depan. Pertamakali kuinjakkan kakiku di kampus ini, aku terpukau akan bangunannya yang begitu teratur dan begitu bersihnya. Mary, seorang project coordinator yang lain, memperlihatkan seluruh bangunan dan ruangan di kampus ini, dan yah, harus diakui mereka begitu unggul untuk membuat siswanya nyaman berada di kampus. Bahkan toilet, yang biasanya digunakan secara umum pun juga sangat bersih, tak tercium aroma aneh seperti yang biasa terjadi di Indonesia. Yang membuat aku lebih kagum lagi, sebagian besar dari ruangan ini dikelola oleh mahasiswanya sendiri. Beberapa siswa bersedia untuk menjadi Volunteer dan dipekerjakan secara gratis di kampus ini.

Kemudian aku masuk di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Kulihat beberapa siswa duduk dengan tenangnya sambil membaca buku. Yah, ruangan itu adalah ruangan khusus. Mengapa khusus? karena di ruangan itu tidak boleh ada suara sedikitpun, bahkan di dinding ruangan itu tertulis dengan jelas "No Sounds Allowed". Ruangan itu khusus untuk tempat siswa belajar tanpa ada gangguan sedikitpun. Huft...sekali lagi aku menemukan perbedaan yang mencolok dengan kampus kita di Indonesia.

Satu hal yang membuatku terpukau adalah, bahwa semua fasilitas yang ada di kampus ini digunakan secara elektrik. Bahkan pintu, untuk masuk ke gedung2 itu pun dapat terbuka secara otomatis. Wow...
Kemudian kumasuki ruangan kelas yang akan jadi tempatku belajar nanti....ckckckckck semua serba lengkap, komputer, slide, meja dan kursi yang sangat nyaman, lemari2 buku,...semuanya ada di sana.
Kapan kampus kita di Indonesia bisa seperti kampus2 yang ada di US? Sehingga siswanya juga bisa nyaman untuk belajar.



Monday, August 9, 2010

Kesan Pertama Menginjakkan Kaki di US



Senin, 9 Agustus 2010, untuk pertamakalinya aku menginjakkan kakiku di Negeri Adi Kuasa ini. Yah United States of America (USA). tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa aku akan berada di sini, belajar, sambil menikmati alamnya yang indah. Bukan rahasia lagi, bahwa Amerika telah menjadi negara yang sangat berperan dalam segala hal. Ada kebanggaan tersendiri akhirnya bisa berada disini, bersekolah tanpa harus menyusahkan orang tua dengan biaya yang tinggi.

Pagi itu, tepat jam 9 pagi, pesawatku tiba di SeaTAC airport, Seattle. Kulangkahkan kaki kananku, sambil berucap Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah selalu memberikan lindungan dan kemudahan kepadaku selama di sini. Dan yah, tidak semudah yang aku bayangkan. Begitu banyak proses yang harus dilalui untuk bisa keluar dari bandara ini. Setelah menunggu antrian yang cukup panjang, tibalah giliranku untuk diwawancarai, dan benar saj seperti dugaanku, mereka akhirnya membawaku keluar dari antrian dan diminta duduk menunggu giliran untuk Second Interview. Tapi Alhamdulillah, akhirnya semua bisa berjalan baik, dan mereka memperbolehkanku untuk mengambil barang2ku.

Sehari sebelumnya, project coordinatorku, Iris, telah mengirimkan email bahwa dia tidak bisa menjemputku di hari kedatanganku itu. Dia hanya memintaku untuk melapor di counter BellAir Shuttle Bus, untuk mendapatkan bus ke Bellingham. Dan yah, Allah selalu bersamaku, akhirnya akupun bisa tiba di B'ham dengan selamat. Iris pun datang dan mengantarku ke sebuah apartment yang akan menjadi tempat tinggalku kelak selama 1 tahun. Aku ditempatkan bersama 2 orang Afrika lainnya dalam satu apartment itu: Judy (Kenya) dan Eunice (Ghana).

Kulihat sekelilingku...semua serba baru. Dan aku harus siap untuk menghadapinya. Yah, butuh waktu untuk menyesuaikan diri di tempat ini, tempat dimana orang-orang hidup secara individual. Tapi aku yakin dan percaya,  Insya Allah akan banyak pengalaman yang bisa aku temukan di sini.